3 Lembaga Itu Investor Properti Harus Tahu di Singapura


Informasi sangat penting dalam membuat keputusan untuk membeli atau menjual properti itu. Prinsip umum bahwa investasi properti adalah semua tentang lokasi, lokasi, dan lokasi yang berakar di benak banyak investor properti. Investor properti dapat melakukan kunjungan ke lokasi tetapi bagaimana mereka tahu apa sejarah dari situs tertentu dan apa perkembangan masa depan dalam 5 tahun atau 10 tahun mendatang?

Di Singapura, negara adalah tuan tanah utama dan badan yang bertanggung jawab untuk menjaga tanah negara adalah Singapore Land Authority (SLA). Dibentuk pada 1 Juni 2001, misi utamanya adalah untuk mengoptimalkan sumber daya lahan untuk pembangunan ekonomi dan sosial Singapura. Selain menjaga tanah negara, fungsi utama lain dari SLA adalah memelihara basis data informasi pertanahan nasional. Publik dapat mengunjungi SLA untuk membeli informasi tentang sebidang tanah di Singapura. Untuk membuat informasi tersedia untuk umum, SLA juga mengelola Satu Peta. Ini adalah sistem peta terintegrasi di mana setiap orang dapat menemukan informasi berbasis lokasi. Misalnya, investor properti mungkin ingin mengetahui rincian demografi penduduk yang tinggal di suatu daerah, atau jarak dari stasiun MRT tertentu ke pembangunan. Informasi tersebut dapat diperoleh dari situs web.

Lembaga penting lainnya adalah Urban Redevelopment Authority (URA). URA memiliki peran penting untuk mengawasi perencanaan induk dan zonasi berbagai bagian Singapura. Ini juga dikenal sebagai otoritas perencanaan urban nasional di Singapura. Didirikan pada 1 April 1974, URA bekerja pada rencana penggunaan lahan strategis jangka panjang dan rencana jangka menengah yang ditinjau setiap lima sampai sepuluh tahun. Sebagai contoh, pengembangan Jurong East ke dalam CBD kedua Singapura (Central Business District) adalah hasil pintar dari perencana URA. Investor properti biasanya memiliki jangka waktu 3 hingga 5 tahun atau bahkan lebih lama investasi. Dengan bantuan informasi Rencana Induk yang ditemukan di situs web URA, mereka bisa mendapatkan pemahaman yang baik tentang perkembangan masa depan di sekitar properti mereka.

Singapura memiliki luas hanya 71,9 hektar tetapi juga menikmati jaringan jalan dan rel yang sangat luas. Ada 10 jalan tol yang berukuran lebih dari 163 kilometer. Saat ini, ada 5 jalur MRT yang beroperasi dan 3 jalur MRT lainnya di bawah perencanaan dan konstruksi. Fasilitas transportasi umum ini dikembangkan dan dikelola oleh Land Transport Authority (LTA). Sebuah kondominium dekat simpul transportasi seperti stasiun MRT atau persimpangan bus biasanya mengambil sewa lebih tinggi daripada rekan-rekannya yang lebih jauh. Selain itu, ada lebih banyak kegiatan komersial seperti pusat perbelanjaan dekat MRT. Karenanya. kenyamanan ekstra yang datang dengan tinggal di sebuah kondominium dekat MRT bisa diterjemahkan menjadi harga jual yang lebih tinggi di masa depan.

Singapura diakui karena tata pemerintahannya yang kuat dan ini tidak dapat dicapai tanpa keberhasilan instansi pemerintah. Oleh karena itu, investor properti yang dapat mencerna informasi penting dan aliran berita dari 3 agensi ini harus dihargai dengan baik dalam keputusan propertinya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *